Apakah Dia Benar-benar Cinta atau Hanya Ingin mengontrolmu? Kenali Tanda dan kebiasaan 'Belittling' Pada Pasangan

 


Awal menjalin hubungan, Perhatian manis dan kasih sayang dari pasangan sering kali membuat kita seolah menjadi perempuan yang paling beruntung didunia. Rasanya dunia indah banget kalau ada dia disisi kita. Tapi pernah ga, setelah sekian lama menjalin hubungan atau pernikahan, perhatian yang mulanya sangat manis pelan-pelan berubah membuat dada sesek? sering kali kita dibuat bingung "Dia ini sebenarnya sayang banget sama aku sampai perhatianya sedetail ini, atau cuma ingin ngontrol hidupku ya? 

Salah satu tanda yang paling halus, samar tapi efeknya sangat merusak mental perempuan adalah sebuah kebiasaan psikologis yang dinamakan Belittling (meremehkan atau mengecilkan value pasangan) 

Yuk, kita duduk santai di Sisifeminin, ambil nafas dalam-dalam, terus kita fokus obrolin topik ini dengan lapang. Kita belajar kenali tandanya bukan langsung untuk membenci pasangan, melainkan agar kita bisa menyelamatkan rasa percaya diri kita sebelum dikikis habis oleh cinta yang keliru.

Secara sederhana, Belittling adalah perilaku seseorang secara konsisten membuat pasanganya merasa kecil, tidak berdaya, bodoh bahkan tidak berharga. Terus apa bedanya sama kritik?. Beb, bedanya dengan kritik biasa atau pertengkaran normal adalah Belittling dilakukan halus dan berulang-ulang, biasanya dibungkus dengan kalimat legendnya "aku kan cuma bercanda" atau "aku ngomong gini karena aku sayang dan ingin kamu menjadi lebih baik".

Effeknya, sangat bahaya. Korban Belittling lama-kelamaan akan kehilangan rasa percaya dan insting dan kemampuanya sendiri, merasa rendah diri, dan akhirnya berujung pada pasrah total diatur oleh pasanganya karena merasa "aku memang merasa ga bisa apa apa tanpa dia"

Nah, agar kita melek emosional yuk kenali tanda-tanda di dalam hubunganmu 

1.Meremehkan ide, Impian, atau pencapaianmu

Ketika kamu sedang antusias cerita kalau bisnis sampinganmu sedang ada kenaikan trafik yang lebih baik, tapi kamu mendapatkan respon darinya "oh gitu.., alah gitu aja kamu ngrasa bangga.. aku juga bisa kalo jadi kamu kaya gitu". Kalimatnya terbesit makna seolah apa yang kamu capai saat ini "biasa aja" bahkan nyaris seolah ada sisi darinya merasa tersaingi oleh pencapaianmu. Bukanya ikut bahagia dan ikut merayakan, malah merasa tersaingi. Emang lagi ikut lomba? bahaya banget.

2. Tidak Percaya pada pasangan

Disadari atau tidak, pasangan menjadi support system bagi pasangan lainya dalam menjalani kehidupan, meraih mimpi dan yang lebih penting adalah menumbuhkan percaya diri dengan memberikan "kepercayaan padanya bahwa kamu bisa". Bukan malah sebaliknya, ketika kamu cerita tentang mimpimu atau kamu akan belajar hal baru dia dengan santainya bilang "Emang kamu bisa?". Meskipun dia merespon itu dengan niat "bercanda" tapi alangkah baiknya tidak sampai terucap kalimat yang membuatmu merasa kecil dimatanya dan terkesan dia tidak memberikan kepercayaan kepadamu agar kamu bisa lebih percaya diri dalam meraih mimpi.

Jika kamu sudah identifikasi pasanganmu dari tanda diatas, Setelahnya, kamu akan menemukan jawabannya. Dan yang paling sulit adalah "memberikan keputusan" kalau dia termasuk dari ciri diatas, apa yang akan kamu lakukan? memakluminya ? atau pergi darinya?. Apapun yang nanti kamu putuskan, perlu diingat bahwa "kamu adalah orang yang berharga untuk dirimu, keluargamu dan sekitarmu. Jika kamu punya mimpi, maka kejarlah! karena itu adalah sinyal kamu bisa menggapainya. Kalau dia pasangamu, pastinya percaya dan mendukungmu untuk meraihnya. 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Dinding yang Berdampingan: Kisah Diana, Hutang Mewah, dan Hati yang Membatu

Penyesalan Laras: Saat Gengsi Memisahkan Jarak dan Kesetiaan Pun Runtuh

5 Langkah Sederhana Memulai Self-Love untuk Perempuan yang Sibuk Bekerja