Postingan

Menampilkan postingan dengan label Narasi Harian

Ucapan Yang Membunuh Rasa Aman

Gambar
  Ada luka yang tak meninggalkan bekas memar dikulit, tapi mampu menghancurkan fondasi hidup seseorang hingga tak tersisa. Luka itu tidak berasal dari pukulan fisik, Melainkan dari kata-kata yang keluar dari mulut orang yang paling kita percaya. Ketika rumah_ yang seharusnya menjadi satu-satunya tempat berlindung dari riuhnya dunia_ justru berubah menjadi medan pertempuran, disitulah rasa aman mati secara perlahan.  Sebuah hubungan, terutama pernikahan dibangun diatas rasa percaya dan terlindungi. Ketika seorang istri memeluk erat suaminya diatas sepeda motor suaminya yang melaju kencang. Itu bukan sekedar urusan jarak dan kecepatan. Itu adalah bentuk penyerahan diri secara utuh. Ada keyakinan bahwa laki-laki yang memegang stang didepanya akan menjaga nyawanya dengan segenap jiwa.  Namun, bagaimana jika dalam ketakutan yang mencekam, saat permohonan perlindungan itu diucapkan, balasan yang diterima justru kalimat dingin " biarin kalau kamu sampai mati juga "  Kalimat...

Ketika Cinta Mengalahkan Gengsi : Dorongan Psikologis Di Balik Keputusan Ibu

Gambar
  Suasana sore hari yang adem nan damai sedangku nikmati. Angin yang semriwing. Kicauan burung silih berganti. Aku Duduk santai dengan tangan memegang buku bacaan. Padahal, ga cuma fokus dengan tulisan, Mataku sesekali memandang hamparan sawah yang menyejukan mata dan pikiran. Dengan ditemanni kopi panas, membuat me time menjadi sempurna. ya! spot place terfavorit dirumah. Aku biasa gunakana untuk murojaah atau ngopi sore.  "Assalamualaikum" suara laki-laki terdengar dari luar. Segera aku beranjak dari kenyamananku dan berjalan menuju pintu utama. Itu suara suamiku yang baru pulang kerja. "wa'alaikumsalam" jawabku. Segera aku menyambut kedatangannya kemudian menyaipkan hidangan untuknya. Suamiku langsung bergegas bersih-bersih sebelum kita sholat magrib berjama'ah. Setelah sholat, kita makan bersama diteras belakang rumah. Aku memulai pembicaraan "gimana tadi kerjanya ka?" langsung dijawab sama dia (Ya..terkadang emang perlu sih memulai pembicaraan...

Kalau Kau Tahu itu bahaya, kenapa masih dilakukan? Aku Marah, malah dibales "biasa aja sih"intonasi Tinggi

 Dear...  Di hari libur, ya... menikmati waktu dan kesempatan bareng pasangan di rumah pastinya karena aku belum punya anak, doakan aku ya guys agar disegerakan diberikan amanah. Kegiatanku dihari libur ga jauh beda sama aktifitas istri pada umumnya, termasuk beres-beres rumah, mencuci, masak, dan kegiatan istri lainya...Ya emang ada benernya juga sih yang bilang "weekend adalah hari mencuci pakaian" kalau aku sih iya banget....kalian gitu juga ga guys?. aku fokus kegiatan didalam rumah, suami cosplay menjadi mamang tukang buat bikin pelur jembatan di depan rumah. Kita saling berbagi peran untuk ciptakan kenyamanan dirumah. Alhamdulillah dan aku sangat bersyukur tentang ini. Dari pagi jam 7 pagi sampai jam 6 sore aku dan suami aktifitas dirumah menikmati peranya masing masing. Beberapa saat kemudian ada sahabatnya suami yang chatt via WA mau main ke rumah. Tak lama setelah dia chatt, dia sudah ada di depan rumah. kita ngobrol di depan rumah sambil menikmati 'indocaffe...

Judul: Saat Masa Lalu Menyapa di Inbox TikTok: Kenangan yang Kita Jaga, Ternyata Dilupakannya

Gambar
  Pernah nggak sih, Beb, tiba-tiba ada notifikasi masuk dari nama yang sudah bertahun-tahun tenggelam di tumpukan memori? Itulah yang dialami sahabatku, Fina, beberapa hari lalu. Sore itu, Fina mendadak mengirim pesan suara dengan nada panik sekaligus bahagia. "Beb, kamu nggak akan percaya siapa yang nge-chat aku di TikTok... Dimas!" Nostalgia di Balik Layar Ponsel Dimas. Nama itu pernah punya bab khusus di hati Fina waktu zaman kuliah dulu. Mereka pernah sedekat nadi, meski akhirnya waktu dan takdir memaksa mereka menjadi sejauh matahari. Lewat inbox TikTok, Dimas menyapa dengan antusias. Malam itu, Fina dan Dimas terjebak dalam lorong waktu. Mereka saling berkirim pesan, bernostalgia tentang kantin kampus, tugas-tugas yang menumpuk, sampai candaan internal yang dulu cuma mereka yang paham. Dimas tampak sangat bersemangat. Ia bertanya tentang kabar Fina, pekerjaannya, sampai kehidupan Fina sekarang. Fina pun begitu. Mereka saling bertukar cerita tentang realita saat ini: Di...

Mengapa Mereka Berperang? Mengupas Logika di Balik Konflik Iran, Israel, dan Amerika

Gambar
  Belakangan ini, lini masa kita dipenuhi berita ketegangan di Timur Tengah. Pertanyaannya selalu sama: “Kenapa sih mereka nggak bisa damai saja? Apa sebenarnya yang mereka perebutkan?” Konflik ini bukan sekadar soal benci, tapi soal kepentingan strategis . Mari kita bedah satu per satu dengan logika keuntungan dan kerugian dari kacamata masing-masing negara. 1. Kacamata Israel: Keamanan dan Eksistensi Bagi Israel, Iran dianggap sebagai ancaman nyata karena program nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok di sekitar perbatasan Israel. Keuntungan Jika Menang: Israel merasa aman jika pengaruh Iran di Timur Tengah melemah dan fasilitas nuklir Iran hancur. Kerugian: Biaya perang yang sangat mahal, ancaman serangan rudal langsung ke kota-kota besar, dan rusaknya stabilitas ekonomi domestik. 2. Kacamata Iran: Pengaruh Regional dan Harga Diri Iran memandang dirinya sebagai pemimpin kekuatan di kawasan tersebut dan ingin mengusir pengaruh Amerika dari Timur Tengah. Keuntungan...

Menjaga Tenang di Tengah Gejolak Dunia: Panduan Perempuan Indonesia Menghadapi Kecemasan Isu Perang

Gambar
 Pernahkah kamu merasa jantung berdebar atau sulit tidur setelah membaca berita tentang ketegangan Iran dan AS-Israel? Sebagai perempuan, istri, atau ibu, wajar jika kita merasa cemas. Kita memikirkan masa depan anak-anak, stabilitas ekonomi keluarga, dan keselamatan dunia. Namun, membiarkan kecemasan menguasai diri hanya akan menguras energi yang kita butuhkan untuk menjalani keseharian. Mari kita bedah bagaimana cara menghadapinya dengan bijak dan tenang. 1. Diet Informasi: Pilih Sumber, Bukan Sensasi Kecemasan sering kali dipicu oleh "doomscrolling" atau terus-menerus membaca berita buruk. Di Indonesia, banyak informasi yang beredar di grup WhatsApp terkadang dibumbui narasi yang berlebihan. Batasi Waktu Berita: Cukup cek berita 1-2 kali sehari dari sumber resmi dan terpercaya. Saring Sebelum Sharing: Jangan ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks) yang justru menambah kepanikan orang lain. 2. Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan Kita tidak bisa men...

Getaran Malam Pertama: Keutamaan Shalat Tarawih yang Tak Boleh Terlewatkan

Gambar
  Sahabat Sisi Feminin, coba pejamkan mata sejenak. Bayangkan suara riuh rendah orang-orang di masjid, aroma parfum sajadah, dan suara imam yang membacakan ayat suci untuk pertama kalinya di malam Ramadan ini. Rasanya damai sekali, ya? Malam pertama Tarawih bukan sekadar penanda puasa dimulai besok pagi. Di balik setiap sujud dan ruku yang kita lakukan malam ini, ada hadiah luar biasa yang sudah Allah siapkan bagi kita, para hamba-Nya yang datang dengan penuh rindu. Keutamaan Malam Pertama: "Dihapus Dosa Seperti Bayi yang Baru Lahir" Banyak dari kita yang mungkin datang ke masjid dengan beban pikiran yang berat—masalah rumah tangga, cicilan yang belum lunas, atau rasa lelah karena seharian mengurus rumah. Namun, taukah kamu? Dalam kitab Durratun Nasihin , disebutkan sebuah keutamaan yang sangat menyentuh hati: "Pada malam pertama, keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan shalat tarawih) sebagaimana ibunya melahirkannya ke dunia." Artinya apa? Allah memberikan kit...

Memantaskan Diri Menjemput Ramadan: Persiapan Fisik dan Psikis Muslimah

Gambar
  Ramadan tinggal menghitung hari. Sudahkah hati kita merasa "rindu"? Atau justru kita merasa cemas membayangkan cucian menumpuk dan urusan dapur yang berkali-kali lipat lebih sibuk? Yuk, kita tata niat lagi. Ramadan adalah undangan spesial dari Allah. Mari kita persiapkan diri dengan dua aspek utama: 1. Persiapan Psikis (Hati dan Pikiran) Niat yang Tulus: Mulailah berkata pada diri sendiri, "Ramadan kali ini, aku ingin lebih dekat dengan Allah, bukan sekadar urusan menu buka puasa." Berdamai dengan Keadaan: Jika kamu merasa lelah, ingatlah bahwa setiap keringatmu saat menyiapkan sahur untuk keluarga adalah pahala ibadah. Taubat Nasuha: Bersihkan hati dari rasa benci atau dendam pada orang lain agar ibadah terasa lebih ringan. 2. Persiapan Fisik (Kesehatan Tubuh) Atur Jam Tidur: Mulailah tidur lebih awal agar saat Ramadan nanti, tubuh tidak kaget ketika harus bangun sahur. Kurangi Porsi Makan: Latihan puasa sunnah di bulan Sya'ban atau mulai mengurangi cami...

Munggahan: Tentang Langkah Kaki yang Pulang dan Hati yang Menghangat

Gambar
Beberapa hari lagi, aroma Ramadan sudah mulai tercium. Di sela-sela kesibukan kita menyiapkan stok bahan makanan di dapur atau membereskan mukena, ada satu tradisi yang selalu berhasil membuat hati kita bergetar: Munggahan. Bagi kita, Munggahan bukan sekadar acara makan-makan besar. Ini adalah momen "pulang". Pulang ke rumah orang tua, pulang ke pelukan saudara, dan pulang ke akar jati diri kita sebelum memasuki bulan yang penuh kesucian. Sejarah Singkat Munggahan: Warisan Kearifan Lokal Secara etimologi, kata "Munggahan" berasal dari bahasa Sunda, yaitu unggah yang berarti naik . Maknanya sangat dalam, yaitu naiknya kita dari bulan Sya'ban menuju derajat yang lebih tinggi di bulan suci Ramadan. Tradisi ini dipercaya sudah ada sejak Islam masuk ke tanah Sunda, di mana para ulama zaman dulu menggabungkan nilai-nilai agama dengan budaya lokal untuk mempererat tali silaturahmi. Intinya satu: menyambut sesuatu yang mulia (Ramadan) harus dilakukan dengan hati yang g...

Mengapa Setiap Cerita Perempuan Layak Mendapat Ruang?

Gambar
Pernah tidak kamu duduk di sebuah kafe, lalu tidak sengaja mendengar percakapan meja sebelah? Ada seorang ibu yang bercerita tentang lelahnya mengurus balita, seorang mahasiswi yang panik soal skripsi, atau seorang nenek yang mengenang masa mudanya. Seringkali, kita menganggap cerita-cerita itu hanya "angin lalu" atau sekadar curhatan biasa. Padahal, di balik setiap narasi itu, ada dunia yang luas. Inilah alasan mengapa setiap cerita perempuan—sekecil apa pun itu—layak mendapatkan panggung dan ruang untuk didengar. 1. Menghancurkan Standar "Normal" yang Sempit Selama ini, standar kesuksesan atau kebahagiaan sering kali dipukul rata. Kita sering dijejali narasi bahwa perempuan hebat adalah mereka yang punya karier cemerlang sekaligus urusan rumah tangga yang sempurna. Saat seorang perempuan berani bercerita tentang kegagalannya , tentang rasa lelahnya, atau tentang pilihannya untuk tidak mengikuti arus, dia sedang memberi tahu dunia bahwa: "Hey, tidak apa-apa k...

Dari Rebahan ke 2.000 Langkah: Cerita Tentang Menemukan Kembali Kekuatan Kaki

Gambar
Pernahkah kamu merasa tubuhmu tiba-tiba jadi "asing"? Itulah yang dirasakan Maya beberapa bulan lalu. Semuanya bermula dari rutinitas yang (sayangnya) terlalu nyaman: berdiam diri di rumah, jarang berpindah posisi, dan meminimalisir gerakan. Istilah kerennya, sedentary lifestyle . Namun, kenyamanan itu ternyata ada harganya. Saat Maya akhirnya harus kembali beraktivitas, tubuhnya seolah melakukan "protes" besar-besaran. Ketika Lutut dan Telapak Kaki Mulai "Bicara" Setiap kali Maya mencoba berjalan agak jauh, lututnya terasa ngilu, seperti engsel pintu lama yang kekurangan pelumas. Tak hanya itu, telapak kakinya pun sering terasa nyeri menusuk. Maya menyadari satu hal yang jujur tapi pahit: ini adalah dampak karena ia terlalu jarang bergerak. Otot-otot yang biasanya menyangga tubuh dengan kuat menjadi lemas, dan sendi-sendinya kaku karena lama tak dilatih. Rasanya menyedihkan melihat diri sendiri kesulitan hanya untuk berjalan ke toko depan kompleks. Babak...