Pengorbanan Sunyi Yang Dianggap Merusak Citra Keluarga
Malam yang sunyi tapi penuh makna dengan refleksi diri. Duduk sambil menikmati pemandangan yang ada di depan mata. Dalam hati berucap "saya bangga jadi istri yang mempunyai suami sepertimu, mas. orang yang tulus membantu keluarga, saya tau kamu capek, tapi tetap milih berkontribusi sebelum acara. ga banyak orang sepertimu mas, yang mau melakukan apapun yang kamu bisa buat acara, terkadang malah ada yang datangnya karena mau pegang mic sambutan atas nama apa gitu...tanpa mau ngurusin alat-alat sudah ada belum buat besok acara? uang iuaranya cukup ngga buat sewa alatnya? tapi....namanya juga karakter orang, pasti berbeda dan kehadiran juga termasuk kontribusi sebenarnya.iya ga sih?" Kalau diingat satu hari sebelum malam ini, ada pesan WA masuk yang isinya undangan online dari kaka ipar untuk hadir di acara wisuda TK. Kamudian saya kasih tau suami terlebih dahulu, kita ngobrolin gimana langkah selanjutnya. Suami bilang "coba nanti saya tanyakan dulu alat-alatnya yang belu...