Kalau Kau Tahu itu bahaya, kenapa masih dilakukan? Aku Marah, malah dibales "biasa aja sih"intonasi Tinggi

 Dear...

 Di hari libur, ya... menikmati waktu dan kesempatan bareng pasangan di rumah pastinya karena aku belum punya anak, doakan aku ya guys agar disegerakan diberikan amanah. Kegiatanku dihari libur ga jauh beda sama aktifitas istri pada umumnya, termasuk beres-beres rumah, mencuci, masak, dan kegiatan istri lainya...Ya emang ada benernya juga sih yang bilang "weekend adalah hari mencuci pakaian" kalau aku sih iya banget....kalian gitu juga ga guys?. aku fokus kegiatan didalam rumah, suami cosplay menjadi mamang tukang buat bikin pelur jembatan di depan rumah. Kita saling berbagi peran untuk ciptakan kenyamanan dirumah. Alhamdulillah dan aku sangat bersyukur tentang ini.

Dari pagi jam 7 pagi sampai jam 6 sore aku dan suami aktifitas dirumah menikmati peranya masing masing. Beberapa saat kemudian ada sahabatnya suami yang chatt via WA mau main ke rumah. Tak lama setelah dia chatt, dia sudah ada di depan rumah. kita ngobrol di depan rumah sambil menikmati 'indocaffe' dan cemilan sukro. kalian tau itu dari siapa? itu dari sahabatnya suami yang sedang namu dirumah kami. Kalau dipikir ya.. dia yang main, dia juga yang bawa coffe dan cemilan sendiri, mandiri banget tamu modelan kaya gini. Ba'da isya awal, kita geser tempat nongkrongnya di alun-alun sampe jam 11.30. Ya gitu deh..kalau udah nonkrong sama se-circle, padahal lama durasi ngumpulnya, tapi berasa cepet bgt ga tau kenapa ya bisa ngrasain gitu? apa karena ga mau cepat berlalu ya?. Heranya tuh kalau udah ngumpul, ada aja topik pembahasanya dan semuanya menikmati moment saat itu. Setelah selesai nongkrong sama suami dan sahabatnya, aku dan suami langsung pulang kerumah. Alhamdulillah pak satpam sudah "siap" membukakan gerbang yang awalnya sudah ditutup. 

 Ketika motor tinggal nyebrangi jembatan depan rumah, suami malah memilih jalan yang belum diperbaiki, dan aku shookkkk. Maksudku, kenapa malah pilih jalan yang belum diperbaiki, padahal disampinya ada jalan yang sudah diperbaiki? apalagi itu masih bolong, emang ga takut aku yang pada saat itu posisinya diboncengin (belakang) jatuh? ban motor masuk ke jalan air. bukankah itu membahayakan keselamatan dirinya, istri dan juga sepeda motor yang sedang dipakai? tapi kenapa dia malah memilih jalan yang bolong, padahal dia sendiri yang membangun jembatanya? aku kemudian teriak dan sedikit menepuk bahu suami, saat ia melewati jembatan bolong. Ya gerakan reflek aja karena takut dan khawatir. Tapi kalian tau respondya dia gimana? dia cuma bilang "biasa aja sih"dengan ekspresi wajah marah tanpa rasa bersalah, sudah membuat istrinya ketakutan karena memilih jalan yang bolong agar tidak melewati jalan yang sudah diperbaiki. Kalau kalian jadi aku, kalian akan respon balik apa? sebel kan? marah pasti, ya karena kenapa lebih milih jalan yang berpotensi mencelakai dirinya, istri dan motornya padahal ada jalan yang lebih baik yang justru lebih nyaman dilewati. walaupun bisa jadi alasan dia milih jalan berlobang karena merasa 'sayang' sama peluran jembatan yang baru aja selesai dibuat. ya itu masih dugaan sementara aja sih guys..., oh ya! andai kalian diposisiku, apa yang akan kalian lakukan? jangan lupa komen ya....

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Dinding yang Berdampingan: Kisah Diana, Hutang Mewah, dan Hati yang Membatu

Penyesalan Laras: Saat Gengsi Memisahkan Jarak dan Kesetiaan Pun Runtuh

5 Langkah Sederhana Memulai Self-Love untuk Perempuan yang Sibuk Bekerja