Lebih Rendah dari Pengemis: Ketika Keberadaanku Hanya Diakui di Atas Ranjang
Dalam sebuah pernikahan, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, dan suami seharusnya menjadi orang yang paling menghargai kita. Namun, bagaimana jika realitanya justru sebaliknya? Bagaimana jika kamu merasa hanya "ada" saat lampu kamar dipadamkan, namun menjadi sosok transparan di sisa waktu lainnya? Kisah ini adalah tentang luka tersembunyi banyak perempuan. Sebuah luka tentang pengabaian dan perjuangan harga diri yang terkikis setiap hari. "Hadirku Hanya Saat Ia Butuh" Pernahkah kamu merasa seperti benda mati yang hanya dipajang, lalu baru disentuh saat dibutuhkan saja? Banyak perempuan terjebak dalam hubungan di mana interaksi hangat hanya terjadi saat suami menginginkan hubungan intim. Di luar itu, tidak ada obrolan tentang bagaimana harimu, tidak ada apresiasi atas lelahnya kamu mengurus rumah, dan tidak ada kasih sayang yang tulus. Kamu merasa tidak dianggap sebagai manusia yang punya jiwa, melainkan hanya sebagai pemuas kebutuhan fisik semata. Pengaba...