Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Ucapan Yang Membunuh Rasa Aman

Gambar
  Ada luka yang tak meninggalkan bekas memar dikulit, tapi mampu menghancurkan fondasi hidup seseorang hingga tak tersisa. Luka itu tidak berasal dari pukulan fisik, Melainkan dari kata-kata yang keluar dari mulut orang yang paling kita percaya. Ketika rumah_ yang seharusnya menjadi satu-satunya tempat berlindung dari riuhnya dunia_ justru berubah menjadi medan pertempuran, disitulah rasa aman mati secara perlahan.  Sebuah hubungan, terutama pernikahan dibangun diatas rasa percaya dan terlindungi. Ketika seorang istri memeluk erat suaminya diatas sepeda motor suaminya yang melaju kencang. Itu bukan sekedar urusan jarak dan kecepatan. Itu adalah bentuk penyerahan diri secara utuh. Ada keyakinan bahwa laki-laki yang memegang stang didepanya akan menjaga nyawanya dengan segenap jiwa.  Namun, bagaimana jika dalam ketakutan yang mencekam, saat permohonan perlindungan itu diucapkan, balasan yang diterima justru kalimat dingin " biarin kalau kamu sampai mati juga "  Kalimat...

Membandingkan Diri di Sosial Media: Mengapa kita selalu merasa kurang?

Gambar
  Pernah ngga sih, lagi asyik scrolling feed atau story sosial media sambil nyantai, tiba-tiba perasaanmu berubah jadi rada sedih atau melow? Awalnya cuma mau cari hiburan, eh malah ketemu postingan teman baru beli rumah, si A yang karirnya naik pesat, si B yang kelihatanya punya kehidupan harmonis, tanpa beban denagan keluarganya. Tanpa sadar, ada suara kecil dikepala yang berisik "kok, hidup aku gini-gini aja ya? kok aku ngrasa ketinggalan jauh banget?" Jujur, kalau kamu pernah merasa begitu, kamu engga sendirian. Akupun sering banget terjebak diposisi itu, rasanya seperti ada beban berat yang tiba-tiba ngetok dada, bikin kita merasa "selalu" kurang. Tapi setelah mencoba paham dengan apa yang sebenarnya terjadi, seperti menemukan pintu keluar dari labirin emosi yang menguras tenaga ini. Yuk kita bahas kenapa pikiran itu bisa muncul dan bagaimana caranya supaya hati kita kembali tenang. Mengapa sosial media bikin kita merasa "selalu" kurang? Dari sudut pa...

Saat Orang Lain Melihat Cahaya Yang Sempat Kuanggap Padam

Gambar
  Pernah ngga sih ngrasa "tertinggal" dari orang lain yang buat dirimu merasa insecure entah itu dari pencapaian, kehidupanya, kesejahteraan, karir, asmara dan punya privillege bagus yang mendukung perkembangan seseorang? Nah, saya lagi ada di fase itu!. Menurutku, bukan iri melihat orang lain sukses, yang ada pengen tau aja step by stepnya bagaimana agar bisa beralih dari mode bertahan/ survive ke mode sejahtera/menikmati? Mulainya dari mana?. Pertanyaaan terus melayang dikepalaku seolah memaksa otak ini berpikir solusi, cara, formula agar bisa merubah keadaan hidup ini ditenganh keadaan ekonomi makro seolah mencekik rakyat. Bisakah saya merubah keadaan hidup menjadi lebih baik tanpa privillege?    Sebelumnya perkenalkan saya intan. Seorang Istri Rumahtangga. Keseharianku mengerjakan pekerjaan rumahtangga, merawat suami,  lega dan bahagia aja kalau sudah senam jari diblog tentang kisahku dibalik ruangan sempit tempat tinggalku saat ini. Ruangan sempit itu masih satu...

Menata Hati di Ruangan Sempit, Melangitkan doa yang Luas

Gambar
            Adzan Magrib sudah berkumandang, Saya bergegas mengajak suami sholat. "mas, yuk sholat" ajaku terdengar suara jawaban darinya "duluan aja, aku masih ngerjain ini" tanpa basa basi lagi, aku sholat sendiri. Karena terlalu sering ditolak saat ajak suami sholat jamaah, lama-lama sudah terbiasa dan saya tidak bereaksi lagi. Tidak marah, tidak ngomel dan tidak menceramahinya. Yang saya lakukan adalah mengajak untuk menggugurkan kewajiban, setelahnya itu urusanya, Mau sholat jamaah ya alhamdulillah kalau ngga sholat itu pilihanya dan diluar kontrol istri. Sejak mempunyai konsep seperti itu, saya merasa tenang. Kalau ia mengerti apa yang harus dikerjakan seorang hamba kepada-Tuhanya baiknya dikerjaian walaupun ngga ada yang ngajakin. Tapi yasudahlah pastikan kita para istri tetap mendoakan suami agar menjaga sholatnya walaupun kelakuan setiap harinya ya begitulah kalau diajak sholat...tapi Yaqinlah Allah maha Mendengar semua doa kita.    ...